Kenapa Kita di Jalan Ini?

jalan-lurus-tandus-320x213

Semangat menggebu-gebu menapaki jalan baru.
Jalan yang awalnya bukan menjadi tujuan hidup kita.
Jalan di mana kita menemukan wajah baru dari dunia yang fana ini.
Jalan di mana kita tahu hanya akhirat yang abadi.

Sudah mulai jauh langkah kaki menapaki jalan ini.
Jenuh mulai mengundang.
Malas mulai merayu dengan sejuta alasan.
Pikiran mulai berbelok dari apa yang kita niatkan.

Tak pelak nafsu membawa kita selangkah lebih mundur.
Kekecewaan mulai memuncak karena tak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Jatuh, Jatuh ke jurang yang teramat gelap.
Mulai mencari tangga yang harusnya kita lalui.

Dapat dan kemudian naikilah tangga itu.
Tangga dengan sebuah lingkaran cahaya yang harusnya kita masuki.
Lingkaran cahaya tempat kita bertanya.
Lingkaran cahaya kita mengetahui apa yang tak kita ketahui.
Mengetahui sebenarnya untuk apa kita di sini?
Untuk apa kita berada di jalan ini?

Di jalan yang penuh lika-liku.
Di jalan yang penuh duri-duri.
Di jalan yang jalannya teramat terjal.
Di jalan yang seluruh pengorbanan dikorbankan.

Ingatkah kita apa yang kita niatkan.
Niat yang hanya untuk diri sendiri kini membesar menjadi untuk yang lainnya.
Mengingatkan saudara kita yang lain akan nilai-nilai yang mulai pudar.
Nilai-nilai yang diperintahkan Allah kepada kita.

Yang kemudian menegakkan panji-panji Allah di muka bumi ini.
Karena kita ialah khalifah di muka bumi.
Yang mengajak kepada kebaikan.
Dan mencegah dari kemunkaran.

Riski Ferli

Tentang Riski Ferli

Pemuda Kelahiran Kab, Muara Enim November 1994. Menempuh Studi di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang juga merangkap sebagai salah satu punggawa LDF BO RAMAH FH UNSRI

Advertisements