Mantan Anggota Majelis Syura Saudi: Ikhwanul Muslimin Terdiri dari Banyak Negara, Tak Mungkin Dikatakan Teroris

image

dakwatuna.com – Riyadh. Mantan anggota majelis syura kerajaan Arab Saudi, Dr. Ahmad At-Tuwaijiri, mengatakan tidak masuk akal kalau menggeneralisir status teroris kepada jamaah Ikhwanul Muslimin. Karena jamaah ini terdiri dari banyak negara di seluruh dunia Islam.
Pernyataan itu disampaikannya dalam sebuah program stasiun televisi Rotana Khalijia, yang dipublikasikan wartawan senior Aljazeera, Khadija Bengana, Sabtu (14/2/2015) hari ini.

Lebih lanjut At-Tuwaijiri mengatakan, “Tidak mungkin bagi Saudi untuk mengatakan bahwa sebuah organisasi besar yang terbentang di seluruh dunia Islam dari timur hingga barat, bahwa mereka adalah teroris.”
Menurutnya, pemerintah Saudi hanya memberikan status teroris kepada kelompok yang biasa melakukan aksi kekerasan, ledakan bom, dan melawan masyarakat. Sedangkan kelompok yang menyerukan diadakannya perbaikan sosial, melaksanakan hukum Allah SWT, memperbaiki pemahaman keislaman, dan berjuang lewat jalur damai, tidaklah berbahaya bagi kerajaan Saudi.

Bahkan tanpa ragu At-Tuwaijiri mengatakan bahwa yang mengendalikan kekuasaan di Maroko dan Turki saat ini adalah Ikhwanul Muslimin. Jamaah ini juga berpartisipasi dalam pemerintahan di Tunisia dan Kuwait. Oleh karena itu, Saudi sudah selayaknya berkoalisi dengan jamaah ini.

At-Tuwaijiri juga mengingatkan bahwa sejarah mencatat hubungan baik antara Ikhwanul Muslimin dan Saudi. Terutama ketika Ikhwanul Muslimin diintimidasi dan dibantai rezim Gamal Abdel Naser, banyak dari mereka yang berimigrasi ke Saudi, dan turut membangun kemajuan kerajaan. Kalaupun pada perkembangannya ada yang mengganggu hubungan ini, hal itu tidaklah mesti melupakan hubungan baik di masa lalu. (msa/dakwatuna)

Redaktur: Sofwan

Advertisements