Janganlah berputus asa, ikhwah !

Perjalanan yang panjang, berat, penuh batu kerikil nan jauh ini seringkali membuat seorang ikhwah kualahan dalam menjalani aktivitas dakwahnya. Ia harus berjuang keras meskipun itu hanya sekadar ingin bertahan, bertahan dalam ibadah dan kebaikan. Jangankan berbicara meningkatkan nilai ibadah, untuk bertahan saja masih sering dicambuk oleh perkataan sahabat atau murabbi-nya.
Karena jalan dakwah ini sangat panjang dan melelahkan, maka sudah tentu tujuan dakwah ini hanya akan bisa didapat oleh orang-orang yang senantiasa menyandarkan diri kepada Allah SWT, tidak kepada yang lain. Karena Dialah sesungguhnya yang akan menjaga kita, melindungi kita dan Dialah sumber dari segala kekuatan. Akan tetapi realitanya untuk dapat melalui jalan yang panjang penuh dengan cobaan ini, tidak sedikit orang yang akhirnya memutuskan untuk berhenti sejenak bahkan ada yang nekat mengakhiri aktivitas dakwahnya dan alhasil ia kembali ke masa jahiliyahnya.
Memang menjadi peristiwa yang menyedihkan apabila kita kehilangan sahabat seperjuangan. Apalagi dahulu ia pernah tumbuh menjadi motor penggerak dakwah dan telah berkiprah banyak dalam mensukseskan agenda-agenda dakwah. Dia yang dulu tampak kokoh penuh keyakinan akan tetapi masih mampu ditumbangkan oleh beragam ujian dan cobaan.
Dan menjadi peristiwa yang membahagiakan apabila kita bisa membangkitkan orang-orang yang tampak lemah karena tidur panjangnya. Bisa membina mereka, mentarbiyah dan menjadikannya manusia yang tumbuh bersemi membawa manfaat bagi manusia lainnya.
Akan tetepi memang seperti itulah tabiat dakwah ini. Akan ada yang gugur dan ada yang bertahan didalam dakwah. Karena sesunggunya Allah tidak akan membiarkan dakwah ini berakhir pada kekalahan. Pastilah kemenangan akan diperoleh orang-orang beriman. Maka dengan demikian ikhwah fillah, ada sedikit perkataan menarik yang mungkin perlu kita ingat. Perkataan ini muncul dari lisan seorang da’i yang dikenal dengan Gerakan Dakwah Ikhwanul Muslimun, dan dialah As-Syahid Hasan Al-Banna.
“Janganlah berputus asa, karena sifat yang demikian bukanlah akhlak muslimin.”
“Waktu masih panjang, tanamkan keazaman seteguhnya walapun kerusakan merajalela. kerena yang lemah tidak selamanya lemah, dan yang kuat tidak selamanya kuat.” (Imam Hasan Al-Banna)
Semoga Allah meneguhkan langkah kita, menambahkan azam kita dan menguatkan pundak-pundak kita dalam perjuangan dakwah. In Syaa Allah…Aamiin…

Advertisements