Jangan pernah kehilangan cita-cita

Jangan pernah kehilangan cita-cita…

Kita semua pernah punya mimpi.

Punya cita-cita.

Menjadi penghafal Qur’an.

Menjadi penjaga Al-Qur’an.

Menjadi Ahlul Qur’an.

Datang dengan agak malu-malu ke halaqoh karena ingin bisa. Tapi sungkan juga karena merasa belum bisa.

Ingin kayak mereka, menjadi hafizh Qur’an.

Lalu datang tiap pekan.

Membaca Al-Qur’an menjadi nikmat. Hati menjadi lapang. Dan mimpi pun mulai terjalin. Janji mulai tercipta…

Ingin menjadi penghafal Al-Qur’an. Ingin menjadi ahlul Qur’an.

Lalu waktu terus berjalan. Belajar menjadi keharusan. Jadwal rutin ditetapkan. Baca Al-Qur’an dirutinkan.

Meski kemudian mulai berlomba dengan kesibukan…

Kalau tidak bertahan, mimpi akan terkikis pelan-pelan. Lalu lama-lama pudar. Akhirnya menyerah oleh keadaan.

“Saya nggak bisa.”

“Saya nggak bakat.”

“Saya malu mau bergabung lagi…”

***

Duhai jiwa… Jangan kalah oleh semangat setan. Mereka membangun mimpi mereka di atas dendam dan kebencian. Tapi ribuan tahun mereka tetap bertahan…

Sementara kita membangun mimpi ini di atas pondasi cinta.

Cinta kepada Allah…
Cinta Rasululah…

Maka buktikanlah bahwa ia lebih kuat dan lebih kokoh…

Target akhirnya adalah surga. Perjalanannya adalah sepanjang usia. Tidak masalah belajarnya di sini atau di sana. Yang penting esensinya sama.

Yang harus kita sesali adalah ketika kita berhenti. Padahal maut adalah pasti. Dan surgaNya adalah kerinduan sejati…

Menghafal Qur’an bukan sekedar status sosial atau kegiatan pengisi waktu senggang.

Menghafal Qur’an adalah pekerjaan seorang Nabi.

Juga tugasnya Malaikat Jibril.

Menghafal Qur’an adalah tentang menjaga kalamullah. Ketika banyak orang meninggalkannya…

Menghafal Qur’an adalah meniti anak tangga setingkat demi setingkat, menuju tingkatan surga yang tertinggi. Di mana di ujungnya kita akan berkumpul bersama Rasulullah dan semua makhluk yang mulia.

Juga bertemu Dzat yang menciptakan langit bumi dan semua yang ada di antara keduanya…

Adakah pertemuan yang lebih indah selain pertemuan dengan Allah di surga tertinggi sembari membawa kalamNya di lisan dan hati kita?

***

Kelelahan adalah hal wajar dalam perjalanan. Istirahat sejenak. Lalu lanjutkan langkah.

Jangan berhenti, atau kita tidak akan sampai ke tempat tujuan…

Jangan pernah kehilangan cita-cita…

Atau hidup hanya sekadar menunggu mati…

Tetaplah semangat…
Dan senantiasa berdoa…
Semoga Allah meridhai kehidupan kita…

~ Abu Qawwam ~

Advertisements