Ikhlas dan bersabarlah

“Jika semua orang bisa memilih sesuatu sesuka hatinya, apakah dunia ini akan menjadi lebih indah?” Pertanyaan ini tidak perlu langsung dijawab, cukuplah sebagai muhasabah untuk mereka yang sering mengeluh dengan nasib kehidupan.

Allah telah mengatur semua yang ada di muka bumi ini termasuk nasib kita sebagai manusia. Ada ujian, ada hikmah dan solusinya. Dan itulah takdir mutlak yang harus dijalani tanpa harus berkomentar apalagi menyalahkan kehendak Tuhan. Bukankah setelah kita mampu melawan miliyaran pesaing akhirnya Allah memilih kita untuk hidup didunia ini? dan kita juga telah mengakui bahwa Allah adalah Tuhan kita. Atas dasar itulah Allah memberikan amanah dan ujian kepada kita agar terbukti siapa yang benar dan siapa yang telah berdusta.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-ankabut: 2-3)

Kembali pada pertanyaan diatas, “Jika semua orang bisa memilih sesuatu sesuka hatinya, apakah dunia ini akan menjadi lebih indah?” 

Ditakdirkan hidup dari keluarga yang miskin atau kaya adalah sama. Sama-sama hidup dan sama-sama akan diuji oleh Allah SWT. Penentunya adalah siapa yang akan bertahan dan siapa yang akan runtuh dalam setiap ujian. Bagaimana jadinya jika semua orang jadi kaya? bukankah itu akan lebih meropotkan kita sendiri? Siapa yang akan jadi pembantu, siapa yang akan jadi tukang sampah, siapa yang akan jadi pejaga rumah dan lain sebagainya. Takdir yang Allah berikan kepada kita adalah anugrah kehidupan yang pantas kita syukuri. Sekalipun takdir itu terjadi karena kebodohan kita. Tak ada yang lebih baik dari rencana Allah. Sebaik-baik rencana manusia, yang lebih baik adalah rencana Allah. Maka dari itu ikhlas dan bersabarlah.

“Jika semua orang bisa memilih sesuatu sesuka hatinya, apakah dunia ini akan menjadi lebih indah?”

~ Ikhlas dan bersabarlah ~

Nurtiyas || Abyad Al-Qosim

 

Advertisements