Indah dimata tak seindah dihati

“Jika cinta, kenapa engkau paksa dia untuk menuruti nafsumu?”

Apakah mereka seorang lelaki ataukah perempuan yang bukan muhrim menyatakan cinta hanya sekedar mengejar status PACARAN. Dianggap ironis bagi yang mengerti, menyenangkan bagi yang buta dengan agama.

“Aku sayang kamu…”

“Aku cinta kamu…”

“Boleh aku peluk kamu…???”

“Boleh aku gendong kamu…???”

Dan boleh boleh lainnya… #Ngrayu

Bermesraan, bercumbu, bermaksiat tak kenal waktu. Pagi siang malam di isi dengan saling mengingatkan dalam kemaksiatan. Disaat yang satu tak lagi sreg, timbulah pertengkaran. “Kamu gak ngertiin aku, kamu bukan yang dulu, kamu selingkuh.” ujung-ujungnya putus dan menangis tak jelas maksudnya. Begitupun seterusnya mereka ulangi dan ulangi lagi dengan pasangan lainnya. Tak sadar bahwa hatinya selama ini dikuasai dan raganya dinodai oleh syetan berwajah manusia.

PACARAN menjadi satu kata yang eksis digunakan dan dikejar statusnya oleh kalangan remaja. Bahkan anak kecil kini juga sudah mengenal istilah PACARAN. Ironis bukan?

Sebenarnya banyak orang tua yang menginginkan anak-anaknya mengerti dan bisa mengartikan cinta. Menjadi anak-anak yang baik, sholeh dan sholehah. Tidak salah menempatkan cinta, tidak perlu mengenal pacaran, dan cukuplah mencintai seorang yang akan dijadikan pendamping hidup. Tapi apa daya banyak pula para orang tua yang tidak bisa menahan perasaan anaknya dan si anak yang merasa tidak sabar untuk dicintai oleh seorang lelaki atau perempuan yang dirasa telah memikat hati. Alhasil dibiarkanlah anaknya PACARAN asal tidak aneh-aneh.

Kini banyak remaja rusak karena PACARAN, padahal islam tidak pernah mengajarkan pacaran. Apalagi saling bercumbu mesra dengan yang bukan muhrim. Na’udzubillah min dzalik. Alih-alih ada yang memperatahankan pendapat bahwa: “Kami pacaran tidak aneh-aneh kok, tidak bermaksiat.”

Yakin tidak aneh-aneh? terus kenapa tidak langsung dinikahi saja? terus kenapa mintanya harus pakai status PACARAN? Bukan apa-apa, jika bersama-sama orang alim saja engkau masih bisa terbawa nafsu setan, bagaimana jika kamu seorang diri. Mungkin hari ini kamu bisa katakan “tidak aneh-aneh”, Tapi siapa yang akan tahu perilakumu dihari esok? terlalu lemah hati manusia yang tak pernah berdo’a kepada Tuhan yang mampu membolak-balikan hatinya.

Islam telah menjadi Agama yang sempurna. Agama yang mengajarkan tentang cinta dan kasih sayang. Dan Agama islam juga sudah mengajarkan kepada kita tentang prioritas cinta. Jadi kita tahu siapa yang pantas dan yang perlu kita cintai. Dalam Al-Qur’an telah ditegaskan bahwa Allah-pun melarang kita mendekati zina.

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Bayangkan mendekati saja Allah melarang, apalagi melakukan zina. Sungguh berzina adalah perbuatan yang akan menyesatkan manusia dan akan mengantarkan manusia pada panasnya api neraka.

“Lantas apa yang harus kita lakukan? kitakan manusia, wajar ingin memiliki cinta dan wajar jika ingin dicintai.”

Bersabarlah, hatimu akan menjadi lembut dan penuh dengan cahaya cinta apabila selalu kau isi dengan dzikir kepada Allah, bersyukur atas nikmat-Nya dan ikhlas atas takdir-Nya. Tak akan sepi walau sendiri, tak akan takut walau ditinggal cinta yang menurut pandangan matamu itu begitu indah. Janji Allah sudah jelas dan tegas.

اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ.
“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26) 

Yakinlah bahwa Allah lebih mengetahui mana yang pantas untuk kau cintai dan kau kagumi. Pemandangan yang indah dimatamu tak mampu menembus tebalnya dinding pembatas yang ada didalam dadanya. Indah dimata tak seindah dihati. Kecuali engkau hanya dapat melihat menurut prasangkamu. Dan kepastian itu telah nampak jelas dihadapan Allah. Karna Dialah yang maha mengetahui segala sesuatu. Tak satupun luput dari penglihatan-Nya. Termasuk apa yang ada didalah hatimu dan hatinya.

Maka dari itu saudaraku, bermunajadlah kepada Allah agar engkau diberikan petunjuk yang jelas untuk memilih cinta yang tepat sebagai sandaran hati. Jagalah kesucianmu sebagaimana engkau menjaga nafasmu. Berikan cinta itu tepat pada waktunya sebagaimana engkau menginginkan mati diatas ridho dan kasih sayang-Nya.

#GetMarriedNow

Nurtiyas || Abyad Al-Qosim

Advertisements