Baja menjadi emas dan mutiara

Cita-cita bukan sekedar untuk diingat, tapi harus diwujudkan. Karna apabila anda dapat menggenggam cita-cita itu dalam kebaikan maka anda akan mendapatkan kebahagiaan yang sempurna, sekalipun cita-cita itu kecil dimata orang lain. Dan jangan pernah hiraukan semua rasa pesimisme dari orang lain, kecuali anda tetap memandangnya dengan keyakinan dan penuh rasa optimis. Bukankah yang anda inginkan itu adalah sumber kebahagiaan yang akan membuat hati tenang, tentram dan nyaman? oleh karenanya yakinlah bahwa kerja keras anda saat ini adalah muara untuk menghidupi kegundahan hati yang sudah lama kering tak bertuan.

Banyak orang yang mampu mencapai titik kesuksesan, bisa tumbuh besar dan akhirnya memiliki banyak manfaat untuk orang lain walau mulanya ia hanya hidup dari lingkungan kecil yang orang jarang memperhatikannya. Ada yang bermula dari tukang ojek, tukang sampah, penjual Koran, dari keluarga yang pas-pasan, keluarga miskin dan tentu tak sedikit rintangan yang telah mereka lalui kecuali itu selalu muncul dalam kesehariannya. Apakah mereka menyerah ditengah perjuangannya yang sulit dan penuh rintangan itu? Maka jawabannya adalah TIDAK !!!, Mereka tetap bangkit dan bertahan walaupun terlalu sering jatuh, terus bersabar kala dicaci, menangis dalam do’a  karena keinginannya yang besar yakin akan bisa diperoleh.

Sahabat, terlalu banyak orang berandai-andai tentang kehidupan yang akan mereka tempuh dikemudian hari, dan terlalu sedikit orang yang mau mewujudkannya. Itulah sebabnya kenapa banyak sekali orang gagal dan tak ingin lagi memiliki cita-cita yang tinggi. Mereka berharap bisa sekuat baja tapi bermental kerupuk, sekali diinjak langsung hancur. Akan tetapi jadikan diri anda seperti mereka yang telah berhasil menembus tembok keraguan dengan keyakinan dan kerja keras. Karena mereka itu berharap menjadi baja akan tetapi justru tumbuh menjadi emas dan mutiara. Bukan lagi kuat, tapi tangguh dan berharga. Tidak ada yang tidak mungkin, semua bisa menjadi mungkin apabila anda bersungguh-sungguh menjalani sejengkal demi sejengkal, selangkah demi selangkah sampai pada akhirnya anda temukan kebahagiaan itu bersama orang-orang yang anda cintai. Selamat berjuang dan jadikan setiap langkah bernilai kebaikan untuk orang lain.

By: Nurtiyas | Abyad Al-Qosim

Advertisements