Perniagaan yang tidak akan pernah merugi

Ikhwah fillah.
Memang kadang kesibukan sering membuat iman kita naik-turun. Tekanan, masalah, tanggungjawab, ujian, semua menjadi penyebab keresahan hati.Ditambah keinginan kita yang sering kali melampaui batas dan mudahnya kita runtuh dalam goncangan. Akan tetapi hati yang resah bukan berarti tak bisa diobati. Iman yang lemah bukan berarti tak bisa dikokohkan. Dia menanti kita. Dia hendak memberi jalan untuk kita. Dia tahu kapasitas kita dan Dia tahu kapan harus menurunkan pertolongan untuk kita. 

Saya sedikit mengutip penjelasan yang pernah disampaikan Ust. Ridwan dalam mabit (Cipanas – Jamur Tiram), Beliau menyampaikan isi surah Fatir: 29
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al-Qur’an), melaksanakan sholat dan menginfaqkan sebahagian rejeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam atau terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan pahala kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh Allah maha pengampun, maha mensyukuri.”

Dalam ayat diatas Allah sengaja memancing kita dengan kata “Tijarotan” yang artinya bisnis, usaha, perniagaan, perdagangan. Lalu penggunaan kata “lan” yang bermakna: selamanya tidak akan terjadi. Masyaa Allah, Dia telah menjamin orang-orang yang disebutkan dalam ayat diatas dengan balasan perniagaan yang tidak akan pernah merugi. Bukankah kita punya bisnis ikhwah, bukankah kita punya usaha ikhwah, dan bukankah kita punya perniagaan? Jadilah orang yang cinta dengan qur’an, pandai menjaga sholat dan mudah dalam bersedekah…

Waktu itu pasti akan datang. Jika kita memperoleh kekalahan atau kemenangan pada saat ini, itu bukan akhir dari perjuangan. Karena kemenangan akan dipergilirkan. Seperti halnya rejeki yang akan datang tepat pada waktunya. Maka bersabarlah dan terus berbaris dalam ikatan iman. Berikhtiar dalam munajad. Bersujud penuh keikhlasan.

Wallahu a’lam…

By: Nurtiyas | Abyad Al-Qosim
Hamba yang lemah

Advertisements