Kenapa Hawa diciptakan dari diri Adam?

“Bu, ibu tahu tidak hikmah kenapa Hawa diciptakan dari diri Adam dan bukan dari material lain?” tanya Fatma pada ibunya dengan penuh semangat

“Pastinya putri ibu yang tahu,” jawab madame Aliye sambil tersenyum, sedangkan tangan kanannya menuangkan teh untuk suaminya.

Fatma menjelaskan, bahwa Hawa tidak diciptakan dari material yang terpisah dari diri Adam padahal Allah sangat mampu melakukannya, ini menjadi tanda dan isyarat agar seorang istri mampu menyatu dengan suaminya secara fitrah dan tabiat. Ia diciptakan dari laki-laki agar mudah menemukan kesesuaian, cinta, dan kasih sayang. Karna Rasulullah berkata, “An-nisaa’ syaqaa-iqu ar-rijaal.” (HR.Ahmad 6/256, Abu dawud 236)

Wanita Adalah persamaan laki-laki dalam akhlak dan tabiat. Seolah mereka Adalah bagian yang diambil dari laki-laki. (An-Nihaayah Imam Ibnu al-Atsir)

Dan karena wanita adalah bagian dari laki-laki, maka ia menyempurnakan bagian yg hilang darinya. Bagian yang hilang dari laki-laki adalah kelembutan. Sedangkan kelembutan istri, itulah energi sang suami.
“Kelembutannya adalah energi yang menggerakkan.” tandas Fatma

“Benar sekali, Fatma. Dan kelembutan ibumu adalah energi yang menggerakkan ayah,”  Timpa Mr. Mehmet seraya meminum teh sedang matanya melirik genit ke arah madame aliye.

“Ah ayah bisa saja. Oh iya Fatma. Lalu apalagi?” Madame Aliye meminta Fatma melanjutkan penjelasannya.

Selanjutnya Fatma menjelaskan bahwa saat Allah perintahkan takut kepada-Nya, maka Allah kunci dengan tiga hal yang membuat manusia menemui jalan buntu saat ingin menghindari dari menyembah-Nya. Tiga hal tersebut adalah pemberitahuan kepada manusia bahwa Allah Robb mereka, pencipta mereka, dan pengawas mereka.

Fatma pun menyihir ayah dan ibunya. Hingga tanpa disadari tiba-tiba Mr.Mehmet menggumam, “Alangkah senangnya bila ustadz Azhar menjadi bagian dari keluarg kita ya, bu? Ujar Mr.mehmet tiba-tiba kepada Madame Aliye

Madame Aliye cuma tersenyum sambil mengangkat kedua alisnya.

“Mak…sud Ayah apa?” Fatma terkejut mendengar ucapan Ayahnya 🙂

Cuplikan Hadiah cinta dari istanbul part1

Advertisements