Masihkan ada nyali?

“Kami begini, kalian begitu”

Kami sedang sibuk menata iman, sementara kalian sibuk mendekati kemaksiatan.

Kami sedang berdzikir khusu’, bermuhasabah, menambah khazanah, sementara kalian asyik bersiap-siap meniup terompet bertuliskan Al-Qur’an, menistakan kesucian, membodohi umat, kalian bawa manusia ke jalan menuju neraka jahanam.

Kami bina anak-anak agar mengenali siapa Tuhannya, sementara kalian bawa mereka untuk mengenali macam-macam kawan setan.

Kami menangis di tengah malam karena takut kelalaian, sementara kalian bergembira dalam kemurkaan.

Ananda dan adinda,
Masihkah ada nyali bersorak ria dengan sesuatu yang sia-sia, bilamana hari esok engkau tahu malaikat akan menunggumu di liang lahat?

Masikah ada nyali pergi ke markas setan, bilamana engkau tahu anak-anakmu kelak akan menyeretmu ke neraka jahanam?

Masihkah ada nyali bermain-main dengan kehidupan, bilamana kalian tahu makna surah al-fajr.

Masihkah ada nyali?

Kami begini, kalian begitu….

Advertisements