Mutiara ayah tak pernah hilang

“Tidak mungkin”. Hemmm itu yang sempat tersirat dalam fikiran salwa. Pertolongan Allah jauh lebih baik daripada kesiapan setiap makhluk dalam menghadang segala bentuk marabahaya. Kalau saja bukan karna keberuntungan, mungkin saat ini salwa tidak bisa melihat ayahnya lagi. Kejadian tiga tahun yang lalu mengembalikan memori salwa tentang sosok seorang ayah yang setiap hari membanting tulang sebagai buruh pabrik. ibunya sudah lebih dulu menghadap sang ilahi karena penyakit tumornya. Saat ini dia baru mengerti, betapa beratnya tanggungjawab orang tua untuk menghidupi keluarga.

“Ayah tak lagi bisa berjalan layaknya ayah-ayah yang lain. Kaki yang patah membuatnya harus menggunakan bantuan kusi roda. Saat ini aku  yang harus menggantikannya untuk mencari nafkah.   Berat memang, tapi megeluh tidak akan membuatnya lepas dari masalah. Menikmati segala keadaan yang Allah telah berikan menjadi energi dalam kehidupan salwa. Ini memang ujian, dan aku tahu bahwa disetiap ujian Allah letakkan kebahagiaan bagi yang bisa melaluinya. Salwa sedang menanti kebahagaan itu. Entah didunia ataupun diakhirat.”

Untuk semua sahabatku yang masih bisa menikmati hadiah dari keringat seorang ayah, peluklah ia sesekali dalam kerinduanmu, katakan cinta padanya walau dengan seribu malu. Air matamu akan meneguhkannya dan memberi semangat dalam setiap aktivitasnya.

I love you ayah…

Dari sahabatmu #AbyadAlQosim

Advertisements