Syukuri setiap keadaan kita

Ayyuhal ikhwah.

Allah telah pertemukan kita dalam suasana seperti ini bukan tanpa maksud dan tujuan. Pertemuan ini adalah satu pertanda bahwasanya Allah masih mencintai kita. Segala nikmat yang kita rasakan saat ini adalah satu hal yang tidak boleh dilupakan. Sekalipun kita hendak berhitung, tidak akan sampai pada kemenangan. Nikmat ini lebih besar dari amalan-amalan kita. Nikmat iman, nikmat islam, nikmat bisa mendengar, nikmat bisa bernafas, nikmat bisa melihat semua keindahan yang ada di muka bumi ini. Subhanallah, semua keindahan itu Allah berikan kepada kita secara cuma-cuma. Hanya saja kita diperintahkan untuk beribadah kepada-Nya. Beribadah dengan sebenar-benarnya ibadah.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka bersujud beribadah kepada-Ku”

Ayyuhal ikhwah

Mungkin sesekali kita pernah mengalami kefuturan. Tapi percayalah, dengan adanya kefuturan itu justru akan membuat kita semakin tahu betapa besar cinta Allah kepada hamba-hambanya. Dia hendak men-tarbiyah hamba-hambanya yang lemah, dia hendak mengangkat derajad hamba-hambanya yang bertaqwa. Karena ujian itulah yang akan menjadi pelajaaran berharga untuk setiap umat manusia sekaligus sebagai bukti bahwa ia adalah orang-orang yang beriman ataukah orang-orang yang dusta.

Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta (TQS al-Ankabut [29]: 2-3).”

Semoga kita semua bisa istiqomah dalam dakwah ini dengan senantiasa bersabar dalam setiap ujian.

Wallahu a’lam

Nurtiyas
Abyad Al-Qosim
Advertisements