Sabar dan syukur

BERSABAR DAN BERSYUKUR

1. Sabar merupakan akhlak Qur’ani yang paling utama dan ditekankan oleh Al-Qur’an baik pada surat-surat Makiyah maupun Madaniyah, serta merupakan akhlak yang terbanyak sebutannya dalm Al-Qur’an. Al-Ghozali berkata dalam bukunya “Assobru Wasyukru” dari Rubu’ul Munjiyat dalam kitab “ihyaa Ulumuddin” yang dikutip Yusuf Qordhowi menyebutkan “Allah menyebut “sabar” dalam Al-Qur’an lebih dari tujuh puluh tempat”
Jadi ikhwah, sabar itu tidak hanya kita letakka pada saat mendapat musibah, tetapi dari masa perjuanganpun kita harus letakkan kesabaran.

2. Siapa orang yang paling berat ujiannya?. (YA RASULULLAH, AYUNNASI ASYADDU BALA’….????)
yang paling berat ujiannya adalah para nabi, lalu orang yang paling kuat imannya setelahnya dan setelahnya.

3. Mengambil peran besar dalam laju dakwah bukan perkara mudah, Butuh bahu yang lebih kuat memikul, butuh kesabaraan untuk bertahan, butuh keikhlasan untuk mendapat keberkahan, butuh bersyukur agar kita mendapatkan kenikmatan.

4. Kalau kita menemui kader dakwah yang mulai futur, teruslah bawa dia walaupun dalam keadaan sempoyongan. Bertahap, sembari bersabar.

5. Kita akan temui masa-masa sulit dimana kita dihadapkan pada pilihan sulit, keberadaan kita dituntut lebih kuat oleh orang lain, padahal kita tak lebih kuat. Tapi karena kita adalah pelopornya, bisa tak bisa kita harus tetap kuat. Dimana sulitnya? “Sulitnya adalah saat kita harus menolong orang lain, sementara kita sedang membutuhkan pertolongan. Disitulah kita belajar tentang bersabar.”

BERSYUKUR

1.Banyak orang salah sangka tentang ketenangan dalam hidup.
Selalu orang mengaitkan ketenangan itu dengan faktor harta.
Walaupun itu boleh menjadi penyumbang, tapi bukan menjadi faktor utama memperoleh ketenangan hidup.

2. Betapa banyak orang yang memiliki rumah mewah, perusaaan besar, tidur diatas kasur yang empuk. tetapi tidurnya juga tidak lebih enak. Boleh jadi yang tidur hanya dibawah gubuk remuk, mereka merasakan kenyamanan dan ketenangan, tidak ada beban.

3. Ada orang yang bisa menyajikan banyak makanan yang mewah, bebas pilih ini pilih itu, tapi dilidahnyapun tidak enak. Kadang malah yang makan hanya dengan lauk seadanya, satu dua lauk, tetapi terasa lebih sedap, nikmat.

4. Kata hamka “Lihatlah bagaimana Allah membagi-bagikan nikmat”

5. Banyak orang menyangka bahwa kalau hidup dengan rumah mewah, makanan banyak, tentulah itu kenikmatan hidup. BELUM TENTU.
“Jika Allah hendak memberikan kebahagiaan kepada seseorang, tidak ada yang bisa menahan.”
“Jika Allah hendak menghalang kebahagiaan seseorang, tidak ada yang bisa membantu orang tersebut dari tangan manapun.”
“Jika Allah mengatur untuk kita apa yang orang sangka adalah kekalahan, kita akan melihat kemenangan disisi Allah.”
“Apa yang orang sangka rugi, Allah akan berikan keuntungan dari arah yang tidak disangka-sangka. dan Allah menunjukan keajaiban dalam kehidupan.”

6.Cobalah sekarang ikhwah fillah tengok diri masing-masing, kadang kita kehilangan satu benda, satu nikmat, seolah seperti kehilangan segalanya.
ana ingin tanya, berapa banyak antum melalui keperihan hidup? cobalah berhitung, berapa kali? COBA INGAT.

7. Ketika kita mendapat keperihan hidup, kita merasa seolah tidak dapat keluar dari keperihan itu. Perih…rasanya, bukankah begitu ikhwah?
“TAPI HARI INI ALLAH TELAH KELUARKAN KITA DARI KEPERIHAN ITU DALAM KEADAAN BAIK.”

8. Ketika kita ditimpa musibah tertentu, kita pernah berkata dalam hati “habislah aku”, TAPI USIA KITA TETAP BERJALAN, DAN KITA MASIH TETAP BISA HIDUP DAN MAKAN MENIKMATI KARUNIA ALLAH.”

9. Ketika dahulu kita berkata “Ya Allah tolonglah aku, aku dalam keadaan susah…”
Apa sekarang kita sudah lupa dengan itu, sehingga tak sempat kita bermunajad memohon lagi kepada Allah. Dan kadang kita lupa bersyukur, padahal Allah sudah keluarkan kita dalam berbagai macam musibah dan ujian hidup.

10. (Itu orang-orang kafir hendak menyerangmu, itu orang-orang kafir sudah membawa pasukan yang lebih kuat, dan orang2 kafir berkata: takutlah kepada mereka). Apakah orang beriman itu takut ikhwah? Allah katakan iman mereka bertambah, qur’an katakan iman mereka bertambah.” Apa yang kaum muslimin katakan “Wa qolu khasbunallah wa ni’mal wakil” (Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung” (ALI IMRAN: 173)

11. Pengalaman, tarbiyah akan mematangkan kita. “SIAPA YANG TIDAK MELALUI, BELUM AKAN MEMAHAMI MAKSUDNYA”

“Orang-orang yang pernah hidup dengan tawakal, dia sudah mengetahui tentang keajaiban tawakal.”
“Orang-orang yang pernah hidup dengan sedekah, dia sudah mengetahui tentang kejaiban membagikan rejeki.”

12. Apabila insan melihat dunia dari dimensi akhirat, dia akan merasakan dunia ini sangat kecil. kehidupan ini sangat luas.

13. Nabi sebut dalam hadits yg diriwayatkan oleh imam Muslim: “ALLAH BAWA PADA HARI AKHIR, MANUSIA YANG PALING MENDERITA DIDUNIA INI, ALLAH MASUKKAN DIA KESURGA HANYA SEBENTAR, LALU ALLAH ANGKAT. DITANYAALAH DIA, “WAHAI FULAN ADAKAH ENGKAU MERASA DERITA DALAH HIDUPMU?”
DIA BERKATA ” TIDAK, AKU TIDAK PERNAH MERASAKAN DERITA DALAM HIDUP INI”

“LALU ALLAH AMBIL MANUSIA YANG PALING SERING MENDAPATKAN NIKMAT DIDUNIA, DIMASUKKAN KEDALAM NERAKA SEBENTAR, LALU DIKELUARKANLAH DIA. DAN DITANYA “WAHAI FULAN,BENARKAN ENGKAU PERNAH MERASAKAN NIKMAT DALAM HIDUP INI? DIA BERKATA: “TIDAK, AKU TIDAK PERNAH MERASAKAN NIKMAT DALAM HIDUP INI”

Subhanallah, perhatikan ikhwah, hanya dengan sebentar Allah masukkan manusia yang paLing menderita didunia itu kedalam surga, seketika ia lupa dengan penderitaannya. dan sebentar Allah masukkan orang yang penuh kenikmatan itu kedalam neraka, seketika ia lupa dengan nikmat yang pernah dirasakannya.

14. kita selalu mau bersyukur saat diberi benda baru. dan kita lupa dengan apa yang sudah ada pada diri kita ini adalah suatu nikmat yang besar.
Subhanallah… Syukuri perjuangan ini ikhwah, kita pantas bersyukur bisa menikmati kemewahan ini.

15. Kata orang alim: “Yang ada ini sudah lebih dari harapan kita”

16. “Bukan salah mengharap yang belum ada, tetapi seharusnya juga tidak lupa dengan yang sudah ada.”

17. “Syukur maknanya lebih tinggi daripada sabar.” Karena banyak orang bisa mendapat kesempatan untuk bersabar, tetapi tidak banyak yang mendapat kesempatan untuk bersyukur.”

18 “Ya Allah, kenikmatan yang aku atau seorang dari maklukmu, semua itu dari-MU. Maka bagimu segala puji dan bagimu rasa syukur.”

19. (IBRAHIM: 34) “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.”

20. (AT-TAUBAH: 40) “ketika muhammad dan abu bakar dikeluarkan/diusir yaitu dalam peristiwa hijrah, dan di gua mereka berada. Maka berkatalah kepada sahabatnya “LA TAHZAN, INNALLAHA MA’ANA” (JANGAN BERSEDIH, SESUNGGUHNYA ALLAH BERSMA KITA)

Jum’at mubarok…
Abyad Al-Qosim

Advertisements