Ahok lebih baik dihukum dengan hukum agama?

Kasus penista agama (Ahok)  kini kian memanas dan menjadi viral di media sosial. Pasalnya apa yang di katakan oleh Basuki Tjahaja Purnama yang akrab disapa ahok telah dinilai menistakan Al-Qur’an dan melecehkan para ulama. Hal ini diperkuat dengan keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Surat Al-Maidah : 51 yang dilontarkan oleh ahok seketika menjadi pusat perhatian banyak kalangan. Protes besar-besaran terjadi di DKI Jakarta dan merebah di daerah-daerah. Umat islam mulai naik darah saat tuntutannya belum juga diproses oleh  Bareskrim. Aksi damai umat islam dengan jumlah puluhan ribu yang dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2016 belum juga mampu menggerakkan Bareskrim Polri untuk memproses Ahok. Alih-alih mendapat progress, Bareskrim dinilai malah memberikan ruang kepada ahok untuk melakukan klarifikasi. Sejak kapan polisi penegak hukum beralih sebagai advokat? Dan Brigjen Agus Andrianto mengatakan Gubernur DKI Jakarta (Ahok) belum dapat dipastikan dapat dijerat hukum terkait penistaan agama.

“Jadi kalau hukum agama mungkin kena hukum agama, kalau hukum positifnya kan belum tentu,” ujar Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Andrianto, terkait kedatangan Ahok ke Bareskrim Polri, Senin (24/10/2016)- poskotanews.com.

Menurut Habib Rizieq, penista agama di Indonesia sama-sama kena hukum agama dan hukum positif.

“Hukum positif mana yang membiarkan dan melepaskan penista agama,” tegas Habib Rizieq.

Pernyataan Bareskrim Polri ini, jelas Habib Rizieq, di satu sisi ada baiknya juga.

“Atau mungkin maksud Polri, silakan umat Islam menghukum Ahok dengan hukum agama saja. Kalau begitu, lebih baik,” jelas Habib Rizieq.

Tentu hal tersebut membuat umat islam semakin geram dan menyayangkan sikap bareskrim. Sehingga pada tanggal 4 November 2016 umat islam akan melakukan Aksi kembali dengan jumlah yang lebih besar lagi. Aksi Bela Al-Qur’an tersebut akan mengabungkan ormas-ormas islam dari penjuru daerah. Masa akan berkumpul di Istana Negara, diperkirakan sekitar ratusan ribu masa. (Red-Nurtiyas)

Advertisements