Bahagia dalam Ujian

Ya ikhwan. Kita menyadari betul bahwasannya Allah menghidupkan manusia di dunia ini adalah salah satunya untuk diuji. Ujian itu sebagai sarana pembuktian seorang hamba kepada Tuhan-nya yang ter-aplikasikan melalui ibadah. Sebagian manusia menjadikan ujian adalah nikmat, karenanya nikmat itu banyak membuat mereka bisa merasakan kembali nikmatnya bersyukur dan bersabar. Sekalipun dalam suasana ujian. Sementara yang lainnya menjadikan ujian sebagai beban, hingga mereka tertekan dalam batin yang tidak karuhan. Yang ada dalam lisan hanyalah keluah kesah dan penyesalan.

Ya ikhwan, ujian akan membawa kita pada kebahagian, ketenangan dan ketentraman. Karena sang penguji kita adalah yang paling mencintai kita. Karena sang penguji kita adalah yang paling peduli dengan masa depan kita. Oleh sebab itu sepantasnya kita jadikan ujian sebagai pijakan menuju kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman.

Ada dalam hati letak muara perbaikan. Hati yang bersih akan mengajarkanmu tentang syukur dan sabar. Hati yang sakit akan membuatmu bimbang dan resah dalam ujian, sementara hati yang mati akan membawamu dalam kemarahan. Karena marah hanya milik syetan yang selalu menyesatkan.

Ya ikhwan, mari senantiasa kita membiasakan diri untuk mengamalkan kebaikan sekalipun itu berat. Karena hakikat kebahagiaan hanya ada dalam kebaikan. Tidak ada kebahagian, ketenangan dan ketentraman yang bertebaran dalam kemaksiatan.

Mari kita perbaharui niat kita untuk menjalani hidup ini. Menjalankan Ibadah adalah tanggungjawab kita sebagai seorang hamba. Ujian sebagai ladang pembuktian kita. Dan kebahagiaan hakiki sebagai buah perjuangan kita. Semangat Jum’at Mubarok. 🔥🔥🔥 😎

Abyad Al-Qosim

Advertisements