Kita butuh Allah dalam segala urusan

Kemana tujuan dakwah kita? ini merupakan pertanyaan mendasar untuk para aktivitis dakwah. Adakalanya kita sangat mudah untuk menentukan tujuan, akan tetapi banyak orang yang tidak memahami konsekuensi menentukan tujuan. Setiap orang yang berada didalam dakwah pastilah menginginkan syurga. Tetapi banyak yang belum paham betul bagaimana bisa menempuh syurga. Selain kurangnya ilmu pengetahuan, bisa jadi juga karena sudah memahami tetapi masih tebang pilah hukum dari Allah. Maksudnya adalah mereka akan melakukan hukum Allah apabila sesuai dengan karakter dirinya sendiri, dan ditinggalkan hukum Allah apabila dirasa tidak sesuai dengan gaya hidupnya. Padahal hukum Allah adalah hukum terbaik. Tidak ada hukum yang lebih baik dibanding hukum islam.

Menentukan sebuah tujuan tentu harus diimbangi dengan wawasan tentang cara mencapai sebuah tujuan. Dan yang paling penting adalah memahami bahwa disetiap jalan menuju tujuan pastilah ada rintangan. Itulah yang disebut ujian dan itulah konsekuensinya. Kader dakwah seharusnya tidak hanya bisa bergerak saat aktifitasnya diiringi kebahagiaan, canda dan tawaria bersama sahabat, melainkan dalam kondisi duka pun ia tetap harus berjuang menuntaskan segala problematika umat yang tidak ada habisnya. Kader dakwah sejati tidak pernah meninggalkan medan jihad atau keluar dalam barisan, sekalipun dirinya telah tersakiti, sekalipun dirinya dianggap kecil. Cukuplah teladan ada pada diri Rasulullah. Baginya tujuan dakwah bukan tujuan memperbaiki diri sendiri, karena baiknya dakwah akan membawa pada setiap orang yang ada didalamnya. sehingga kader dakwah tidak hanya berambisi memperbaiki diri sendiri, melainkan mereka berusaha merubah diri sendiri dan orang lain menuju cahaya islam.

Masalahnya adalah memperbaiki diri sendiri saja kadang masih susah, apalagi memperbaki orang lain. Mempertahankan yang baik pada diri sendiri saja susah, apalagi menambah kebaikan. Itulah sebabnya kenapa kita membutuhkan Allah. Dia-lah Tuhan yang menggenggam seluruh hati manusia. Tidak ada satu kehendak Allah yang dapat dirubah oleh makhluknya sekalipun manusia mengumpulkan semua kekayaan yang ada diseluruh muka bumi ini untuk menyatukan hati mereka.

Allah berfirman: “dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkan semua kekayaan yang ada di muka bumi niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sungguh Dia Maha perkasa, Maha bijaksana. (Al-anfal: 63)

Maka kemudian setelah membaca ayat diatas akan kita dapati bahwa untuk bisa mencapai sebuah tujuan besar itu kita harus meningkatkan keimanan dan semakin mendekat kepada Allah. Menyatukan hati manusia, mengajak mereka kedalam syurga adalah mustahil apabila tidak ada kedekatan antara seorang hamba dan Robb-nya. Akan sulit  rasanya merubah orang lain, akan tetapi diri sendiri masih ada lingkaran kemunafikan. Mari kita rubah mulai diri sendiri sembari mengajak orang lain melangkah menuju tujuan mulia. Menegakkan syariat islam, mematuhi segala perintah Allah, dan menjauhi segala larangannya.

Kita berharap dalam setiap perjuangan kita ada hikmah yang bisa dijadikan sebagai tarbiyah untuk memperbaiki segala kekurangan yang ada pada metode dakwah kita. Karena sesungguhnya disetiap marhalah ada Rijalnya, dan disetiap marhalah ada masalahnya. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiin.

~ Abyad Al-Qosim ~

 

 

 

 

 

Advertisements